Home Geologi

Geologi

Berdasarkan peta geologi, Sulawesi skala 1:250.000 lembar Majene dan Bagian Barat Lembar Palopo, Sulawesi (Puslitbang Geologi, 1998) Kabupaten Polewali Mandar terdiri dari enam formasi batuan, yaitu: (Qa) ALUVIUM berupa endapan liat, pasir, dan kerikil; (Qpps) NAPAL PAMBAUANG berupa napal tufaan, serpih napalan, batupasir tufaan yang mengandung fosil foraminifera berumur plistosen; (Tmpi) BATUAN TEROBOSAN berupa granit, granodiorit, diorite, sienit dan dijumpai gabro berumur pliosen; (Tmpv) BATUAN GUNUNGAPI WAILIMBONG berupa lava bersusunan basal sampai andesit, breksi andesit-piroksin, breksi andesittrakit berumur mio-pliosen; (Tmm) FORMASI MANDAR berupa batupasir, batulanau, dan serpih berumur miosen akhir; (Tmpm) FORMASI MAPI berupa batupasir tufaan, batulanau, batulempung, dan batugamping berumur miosen tengan-pliosen; (Tmav) BATUAN GUNUNGAPI ADANG berupa tuf, lava dan breksi gunungapi berumur miosen; dan (Kls) FORMASI LATIMOJONG berupa serpih, filit, rijang, armer, dan kuarsit berumur kapur akhir. Gerakan-gerakan sesar banyak terdapat di sebelah barat dengan arah yang bervariasi tapi umumnya berarah Baratlaut – Tenggara. Sesar ini sebagian besar berada pada Formasi Mandar. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan bahan induk tanah dapat dibedakan ke dalam 4 macam, yaitu bahan aluvium, aluvio-marin, batuan sedimen, dan bahan volkan. Bahan aluvium terdiri dari liat, pasir, dan kerikil/batu. Batuan sedimen terutama batupasir, batulanau, dan serpih. Sedang bahan volkan yaitu tuf, breksi, batuan andesit-basal banyak dijumpai di perbukitan sebelah Utara Kabupaten Polewali Mandar.